![]() |
| Gambar: Koleksi Pribadi |
Menulis sebagai Ekspresi Diri
Sebagai
pengawas/pendamping sekolah, saya mengobrol dengan Kepala Sekolah, Guru dan
Siswa tentang kebiasaan menulis di sekolah. Dari 17 sekolah binaan hanya 2
sekolah yang sudah memiliki program “Guru menulis, Sisawa menulis” itu pun
masih terbatas pada mereka yang berminat.
Hal
ini terlihat dari 400 an Guru, baru 7-10 orang saja yang telah menghasilkan
karya tulis diluar tugas administrasi mereka. Dari 6000 an Siswa yang sudah
mapu menghasilkan karya tulis diluar “tugas akademik” masih sangat kecil
jumlahnya.
Mengapa membuat karya tulis itu menjadi asing bahkan seolah-olah kegiatan yang terlepas dari kegiatan akademik di sekolah ?





